Telah ditunjukkan oleh kehidupan nyata selama beratus-ratus tahun,
bahwa manusia telah gagal membangun masyarakat industri yang religius.
Pada pertumbuhannya masyarakat industri biasanya terseret menuju
masyarakat materialisme, atheisme atau sekuler. Dan
pada saat ini meterialisme, atheisme atau sekuler telah menjadi
filsafat global sehingga kebanyakan umat manusia dimuka bumi lebih
senang menganut faham materialis, atheis atau sekuler dibanding mengaku
menjadi masyarakat religius.
Apakah memang demikiankah sunatullahnya bahwa manusia-manusia yang
sibuk dengan urusan dunia kemudian akan masuk kedalam kepribadian
materialis, atheis atau sekuler. Tidak sedikit ilmiawan yang telah mampu
menciptakan instrument-instrumen canggih untuk melihat
keajaiban-keajaiban alam lebih suka menyatakan dirinya sebagai
materialis atau atheis dari pada mengaku sebagai penganut agama yang
ta’at.
Revolusi industri di berbagai belahan bumi baik dijaman yang lampau hingga zaman sekarang inipun telah menampakkan perilaku yang sama, suburnya industrialisasi biasanya diikuti oleh langkah berikutnya yaitu tumbuhnya masyarakat yang materialis atau atheis.
Harunyahya.com, sebuah situs yang berpusat di Turki telah berusaha mengenalkan kepada dunia bagaimana mengatasi gejala buruk yang telah menjangkiti manusia secara global. Penemuan-penemuan abad 20 telah menyadarkan kepada para ilmiawan akan adanya kesalahan filsafat manusia yang tumbuh pada abad 19 dan pada saat awal-awal revolusi industri.
Sebagian ilmiawan mulai tersadarkan kembali tentang sifat keajaiban kejadian alam, baik mikrokosmos maupun makrokosmos. Dan dapat dikatakan bahwa sebagaian ilmiawan abad ini telah kembali menemukan “TUHAN SEMESTA ALAM”. Para ilmiawan dibawa kepada kesadaran adanya sesuatu kekuatan besar dibalik adanya alam semesta, mereka mengatakan alam raya adalah sebagai Hasil Rancangan Cerdas (Intelligent Design), siapakah perancang cerdas itu ?, tiada lain dialah ALLAH , Tuhan yang Maha Esa, Tuhan Pencipta, Pemilik dan Pemelihara semesta alam.
Seseorang yang telah mendalami dan menghayati Al-Qur’an dan As-Sunnah akan segera mendapat jawabannya tentang masalah diatas sebagaimana firman Allah yang artinya :
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat).Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran (QS. 45:23)
Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. 45:24)
Tradisi terbentuknya masyarakat materialis atau atheis dalam perkembangan masyarakat Industri, disebabkan karena manusia tidak mampu melawan kelemahan dan kekurangan yang ada pada hatinya yaitu sifat “rakus kepada dunia dan suka memperturutkan memuaskan hawa nafsu”. Manusia akan kehilangan kesadarannya bahwa dia diciptakan oleh Allah dengan tugas untuk beribadah mengagungkan ALLAH. Dan disebabkan karena revolusi industri biasanya dibawa kepada budaya ” bersenang-senang untuk memuaskan hawa nafsu”.
Kesibukan manusia dalam mengurusi dunia telah melupakan manusia untuk ingat dan beribadah kepada Allah. Dengan kesibukan dunia yang berlebihan banyak manusia yang kehilangan iman dihatinya. Ujian iman adalah ujian bagi umat manusia sepanjang zaman. Ketika umat manusia banyak berta’at kepada Allah maka iman akan menjadi bertambah, sebaliknya ketika umat manusia banyak berma’siyat kepada Allah iman akan menipis bahkan bisa sirna.
Bagaimana umat manusia mensikapi perubahan zaman yang sangat cepat dihari ini, tidak ada lain kecuali kembali kepada JALAN LURUS yang telah Allah tetapkan untuk umat manusia,
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS. Al-Faatihah[1]: 5)
Kemudian benar-benar menyadari bahwa Allah telah membentuk dirinya dari setetes air mani dan memberi kesempatan kepadanya untuk hidup di muka bumi dan kemudian ditugasi oleh Allah untuk melihat tanda-tanda keagungan Allah dan semakin khusus’ taat kepada Allah.
Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ali-’Imran: 6)
Kesabaran manusia untuk mentaati petunjuk Allah merupakan JALAN LURUS yang akan menyadarkan jiwa manusia akan jati dirinya. Menyadari bahwa Allah telah memberi kesempatan kepadanya untuk hidup di muka bumi melihat tanda-tanda keagungan Allah
Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu. (QS. Ar-Ra’d: 2)
Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. Ar-Ra’d: 3)
Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Ra’d: 4)
Masyarakat industri dapat tetap terjaga keimanannya bila mereka benar-benar menyadari hakekat dari penciptaan. Kecanggihan alat-alat yang diciptakan digunakan untuk berta’at kepada Allah dan semakin khusu’ mengakui keagungan Allah dalam setiap ciptaannya.
Yang menjadikan rusaknya akhlaq dan agama masyarakat modern bukan disebabkan karena pesatnya industrialisasi, tetapi lebih disebabkan karena mereka telah membangun dunia untuk sekedar bersenang-senang memperturutkan hawa nafsu, dan dengan sebab itu membuat semakin mempertebal dosa, mempertebal kekotoran dalam hatinya, sehingga hatinya semakin gelap dari melihat tanda-tanda keagungan Allah. Padahal tugas utama manusia adalah untuk beribadah, bertasbih mengagungkan Allah
Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih Kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24)
Bertasbih (me Maha Sucikan) kepada Allah menuntut manusia untuk selalu hidup dalam kesucian Hati dan perbuatan. Dialah Allah Tuhan Yang Maha Suci, Maha Mulia dan Maha Tinggi, Hanya makhluq-makhluq nya yang mensucikan diri yang dapat melihat tanda-tanda KeagunganNYa. Dosa membuat manusia terasing dari Allah Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Mulia.
Allah sendiri telah memberi jalan bagaimana cara menjaga kesucian hati umat manusia dengan nasehatNya
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-’Ankabuut: 45)
Membaca, belajar dan memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan tekun, dan disiplin dalam mengerjakan dan menegakkan shalat dapat menjadi benteng yang kuat dalam diri manusia menghadapi perkembangan zaman yang semakin maju dan sibuk.
Wallahu’alam
sumber: http://www.mta.or.id
Revolusi industri di berbagai belahan bumi baik dijaman yang lampau hingga zaman sekarang inipun telah menampakkan perilaku yang sama, suburnya industrialisasi biasanya diikuti oleh langkah berikutnya yaitu tumbuhnya masyarakat yang materialis atau atheis.
Harunyahya.com, sebuah situs yang berpusat di Turki telah berusaha mengenalkan kepada dunia bagaimana mengatasi gejala buruk yang telah menjangkiti manusia secara global. Penemuan-penemuan abad 20 telah menyadarkan kepada para ilmiawan akan adanya kesalahan filsafat manusia yang tumbuh pada abad 19 dan pada saat awal-awal revolusi industri.
Sebagian ilmiawan mulai tersadarkan kembali tentang sifat keajaiban kejadian alam, baik mikrokosmos maupun makrokosmos. Dan dapat dikatakan bahwa sebagaian ilmiawan abad ini telah kembali menemukan “TUHAN SEMESTA ALAM”. Para ilmiawan dibawa kepada kesadaran adanya sesuatu kekuatan besar dibalik adanya alam semesta, mereka mengatakan alam raya adalah sebagai Hasil Rancangan Cerdas (Intelligent Design), siapakah perancang cerdas itu ?, tiada lain dialah ALLAH , Tuhan yang Maha Esa, Tuhan Pencipta, Pemilik dan Pemelihara semesta alam.
Seseorang yang telah mendalami dan menghayati Al-Qur’an dan As-Sunnah akan segera mendapat jawabannya tentang masalah diatas sebagaimana firman Allah yang artinya :
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat).Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran (QS. 45:23)
Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. 45:24)
Tradisi terbentuknya masyarakat materialis atau atheis dalam perkembangan masyarakat Industri, disebabkan karena manusia tidak mampu melawan kelemahan dan kekurangan yang ada pada hatinya yaitu sifat “rakus kepada dunia dan suka memperturutkan memuaskan hawa nafsu”. Manusia akan kehilangan kesadarannya bahwa dia diciptakan oleh Allah dengan tugas untuk beribadah mengagungkan ALLAH. Dan disebabkan karena revolusi industri biasanya dibawa kepada budaya ” bersenang-senang untuk memuaskan hawa nafsu”.
Kesibukan manusia dalam mengurusi dunia telah melupakan manusia untuk ingat dan beribadah kepada Allah. Dengan kesibukan dunia yang berlebihan banyak manusia yang kehilangan iman dihatinya. Ujian iman adalah ujian bagi umat manusia sepanjang zaman. Ketika umat manusia banyak berta’at kepada Allah maka iman akan menjadi bertambah, sebaliknya ketika umat manusia banyak berma’siyat kepada Allah iman akan menipis bahkan bisa sirna.
Bagaimana umat manusia mensikapi perubahan zaman yang sangat cepat dihari ini, tidak ada lain kecuali kembali kepada JALAN LURUS yang telah Allah tetapkan untuk umat manusia,
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS. Al-Faatihah[1]: 5)
Kemudian benar-benar menyadari bahwa Allah telah membentuk dirinya dari setetes air mani dan memberi kesempatan kepadanya untuk hidup di muka bumi dan kemudian ditugasi oleh Allah untuk melihat tanda-tanda keagungan Allah dan semakin khusus’ taat kepada Allah.
Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ali-’Imran: 6)
Kesabaran manusia untuk mentaati petunjuk Allah merupakan JALAN LURUS yang akan menyadarkan jiwa manusia akan jati dirinya. Menyadari bahwa Allah telah memberi kesempatan kepadanya untuk hidup di muka bumi melihat tanda-tanda keagungan Allah
Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu. (QS. Ar-Ra’d: 2)
Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. Ar-Ra’d: 3)
Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Ra’d: 4)
Masyarakat industri dapat tetap terjaga keimanannya bila mereka benar-benar menyadari hakekat dari penciptaan. Kecanggihan alat-alat yang diciptakan digunakan untuk berta’at kepada Allah dan semakin khusu’ mengakui keagungan Allah dalam setiap ciptaannya.
Yang menjadikan rusaknya akhlaq dan agama masyarakat modern bukan disebabkan karena pesatnya industrialisasi, tetapi lebih disebabkan karena mereka telah membangun dunia untuk sekedar bersenang-senang memperturutkan hawa nafsu, dan dengan sebab itu membuat semakin mempertebal dosa, mempertebal kekotoran dalam hatinya, sehingga hatinya semakin gelap dari melihat tanda-tanda keagungan Allah. Padahal tugas utama manusia adalah untuk beribadah, bertasbih mengagungkan Allah
Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih Kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr: 24)
Bertasbih (me Maha Sucikan) kepada Allah menuntut manusia untuk selalu hidup dalam kesucian Hati dan perbuatan. Dialah Allah Tuhan Yang Maha Suci, Maha Mulia dan Maha Tinggi, Hanya makhluq-makhluq nya yang mensucikan diri yang dapat melihat tanda-tanda KeagunganNYa. Dosa membuat manusia terasing dari Allah Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Mulia.
Allah sendiri telah memberi jalan bagaimana cara menjaga kesucian hati umat manusia dengan nasehatNya
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-’Ankabuut: 45)
Membaca, belajar dan memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan tekun, dan disiplin dalam mengerjakan dan menegakkan shalat dapat menjadi benteng yang kuat dalam diri manusia menghadapi perkembangan zaman yang semakin maju dan sibuk.
Wallahu’alam
sumber: http://www.mta.or.id
06.29
Unknown
0 komentar :
Posting Komentar